Jenis-jenis konektor kabel coaxial :

1. Konektor FC
Setahu saya, digunakan untuk jenis kabel single mode dengan akurasi yang tinggi untuk menghubungkan kabel dengan transmitter ataupun receiver. Jenis konektor ini menggunakan drat ulir dengan posisi yang bisa diatur, sehingga ketika dipasangkan ke perangkat, akurasinya tidak akan berubah.

2. Konektor SC
Kalo ini digunakan dalam jenis kabel single mode dan bisa dicopot pasang. Jenis konektor ini tidak mahal, sederhana dan dapat diatur secara manual akurasinya dengan perangkat.

3. Konektor ST
Bentuknya seperti bayonet berkunci dan hampir mirip dengan konektor BNC. Umumnya diguanakan pada jenis kabel single mode maupun multi mode. Mudah dipasang dan dicabut pada sebuah perangkat.

4. Konektor Biconic
Jenis konektor ini adalah yang paling senior sebab konektor ini  muncul paling pertama dalam komunikasi fiber optic dan jenis ini sekarang sudah sangat jarang digunakan.

5. Konektor D4
Jenis konektor ini mirip dengan konektor FC, hanya berbeda ukurannya. Perbedaannya sekitar 2mm pada bagian ferrule-nya  (pelapis ujung shaft).

6. Konektor SMA
Konektor ini pendahulu dari konektor ST yang sama-sama mempunyai penutup dan pelindung. Ketika konektor ST sudah berkembang maka jenis konektor ini sudah sangat jarang diguanakan.

Kegunaan kabel coaxial :

Kegunaan kabel coaxial adalah untuk melakukan transmisi data kecepatan tinggi dan juga digunakan untuk membagi sinyal broadband atau sinyal frekuensi tinggi. Kabel coaxial biasa kita temui pada barang2 elektronik misalnya antena TV, dll atau jika digunakan dalam jaringan LAN biasanya pada Topologi Bus, meskipun sampai saya saat menulis artikel ini belum pernah melihat jaringan LAN yang menggunakan kabel coaxial  kebanyakan yang saya temui pada jaringan LAN menggunakan kabel UTP. Kesulitan utama dari penggunaan kabel coaxial adalah sulit untuk mengukur apakah kabel coaxial yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak benar-benar diukur secara benar akan merusak NIC (Network Interface Card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya.

Cara menghubungkan kabel coaxial :

1. Memasang soket male dan female dikedua ujung kabel yang akan disambungkan. Plat grounding dari kedua soket tersebut akan melindungi sinyal rf dari kebocoran. Sambungkan kedua soket tersebut dan lindungi dengan isolasi yang kuat untuk menghindari masuknya air. contoh gambar adalah soket jenis F jika yang akan disambung adalah kabel Coaxial 75 ohm (kabel antena TV)

2. Jika soket tidak tersedia, siapkan solder + timah, alumunium foil, dan isolasi.
• Kupas kedua ujung kabel.
• Lebihkan sekitar satu centimeter kabel bagian tengah/kabel inti dan kupas sedikit ujungnya. 1 atau 2 mm.
• Arahkan kabel serabut berlawanan dengan ujung kabel init. Jangan sampai terjadi kontak dengan kabel inti.
• Beri lapisan timah agak tebal pada kedua ujung kabel inti lalu sambungkan keduanya dengan solder.
• Tutup kabel inti yang telah tersambung dengan isolasi. Pastikan tidak ada kabel serabut yang ikut terisolasi.
• Satukan kabel serabut dari kedua kabel sehingga menutupi isolasi yang melindungi kabel inti. Tidak perlu disolder, cukup dirapikan saja, asal rapi dan  menyatu.
• Tutup bagian kabel yang terbuka dengan alumunium foil. Tiga sampai lima gulungan.
• Kunci alumunium foil teserbut dengan isolasi.
Kesimpulannya, RF atau frekuensi radio tidak bisa menembus bahan konduktor yang membungkus sambungan, dalam hal ini alumunium foil (item 2) dan plat grounding pada soket jenis N (item 1).

sumber : http://ayotahu.blogspot.com/2015/05/jenis-konektor-yang-digunakan-untuk.html

43 total views, 1 views today