Kelebihan dan Kekurangan Power Supply Switching Versus Trafo Linier

Mungkin dari sebagian kita akan bingung memilih jenis power supply yang akan kita gunakan sebagai catu daya peralatan elektronik kita. Sebagai contoh Transmitter atau pemancar buat komunikasi  atau perangkat elektronik apapun bisa menggunakan power supply jenis switching ataupun dengan trafo. akan tetapi masing2 mempunyai kelebihan dan kekurangan. disini akan sedikit kita bahas mengenai hal tersebut.

DC Power Supply dengan Menggunakan Switching

Switching Power Supply

Kelebihan PS switching :
1. Ringan
2. Efisiensi tinggi 70% – 90% (ada yang bilang sampai 83%)
3. Rancangan dipusatkan lebih handal di temperatur kerja yg dingin
4. Harga sekarang lebih murah
5. Isolasi dari transien jala-jala lebih baik (lebih dari 60db)

Kekurangan PS switching :
1. Memperoleh tegangan kerut (ripple) lebih sulit/paling kecil 20-50 mVpp. tegangan kerut ini adalah perbandingan tegangan yg terukur (ac) dibanding tegangan terukur tegangan dc. (tegangan kerut berbanding lurus terhadap arus beban) lebih mudahnya ripple=noise
2. RFI (Radio Frequency Interference)/Nyepleter keradio receiver (buat rekan2 breaker FM biasanya), perlu penapis yang baik dibanding model pakai trafo (linear ps)
3. Regulasi kurang baik (akan tetapi lebih efisien) dan regulasi ini juga tergantung dari masing2 perancang dari pabrik
4.Butuh regulator tegangan input untuk menstabilkan.

DC Power Supply dengan Menggunakan Linier Transformator

Step Down Transformator/Trafo

Kelebihan PS linear (trafo) :
1. Tidak sulit mendapatkan tegangan kerut/riak (ripple) sebesar 5mV
2. Regulasi lebih baik dibanding PS switching

Kekurangan PS switching :
1. Berat dan fisik lebih besar
2. Kehandalan pada temperatur tinggi kurang (semakin panas trafo daya PS akan turun)

3. Isolasi dari transien jala-jala sangat kurang dibanding dg PS switching

4. Efisiensi rendah/Mudah panas.

5. Harganya mahal.

6. Voltage Drop lebih tinggi dari pada Switching.

PS switching lebih banyak digunakan untuk transmisi yang sifatnya continue (ON secara terus menerus), biasanya untuk broadcasting yang masih menggunakan mosfet atau BJT transistor, karena keefisiennya, ringan, efisiensi menyuplai beban yang besar, sedangkan PS linear (trafo) kebanyak dipakai untuk sistem audio, (karena kelebihannya yang dapat meredam tegangan ripple sebesar 5mV)

Untuk kestabilan PS switching sebenarnya jauh lebih baik apabila bekerja untuk beban yg besar, akan tetapi tegangan input ps switching harus dijaga (menggunakan stabilizer/ups)

Sedangkan untuk PS linear kurang baik, karena tegangan ini sangat berpengaruh pada temperatur trafo (kawat email pd trafo atau besi trafo), Tapi jika digunakan sebagai transmitter buat radio komunikasi, pake trafo rasanya lebih baik, karena seringnya ON/OFF sistem transmitter sangat cocok jika menggunakan trafo.

Saran :
1. PS switching jauh lebih bagus apabila digunakan untuk supply peralatan 24jam, karena tidak terpengaruh oleh temperatur

2. Apabila menggunakan peralatan yg membutuhkan daya atau arus yg jauh lebih besar pakailah ps switching (terutama yang sifatnya ON secara continue).

3. Apabila yg demen dengan audio mending pilih PS linear, lebih aman dari tegangan ripple yg dapat mengganggu audio, meski sangat kecil. Contohnya mungkin ada rekan yg menggunakan PS switching ada dengingan kecil bukan dengungan, inilah ripple, akan tetapi dapat diatasi apabila perakitan pada regulator lebih baik.

sumber : https://mazzofa.wordpress.com/2010/05/14/kelebihan-dan-kekurangan-power-supply-switching-versus-trafo-linier/

 195 total views,  1 views today