Apa itu saham ?

Saham adalah tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas, yang mana dengan menyertakan modal tersebut, maka pihak tersebut memiliki klaim atas pendapatan perusahaan, klaim atas asset perusahaan, dan berhak hadir dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

1. Pahami Investasi Saham

Kesalahan terbesar saya saat dulu bermain saham adalah tidak memahami esensi investasi saham. Karena buru – buru ingin terjun, jujur saja ingin untung cepat, saya mengabaikan belajar soal apa esensi sebenarnya investasi saham.

Dari situ, saya belajar bahwa memahami esensi investasi saham menjadi sangat penting untuk pemula. Karena semua strategi, cara bermain dan aspek lain dalam investasi saham  sangat dipengaruhi pemahaman dan perspektif kita soal apa itu investasi saham.

Apa esensi investasi saham ?

Menurut saya, beli atau main saham pada dasarnya adalah investasi dalam suatu usaha atau bisnis. Tidak berbeda ketika saya melakukan investasi di usaha warung kopi atau laundry kongsi dengan teman atau kerabat dekat.

Saham adalah bukti kepemilikan atas suatu perusahaan.

Dengan membeli saham, saya artinya menjadi pemilik (pemegang saham) dari perusahaan tersebut dan menyerahkan pengelolaan perusahaan kepada management professional yang saya percaya bisa mengelola bisnis untuk meningkatkan nilai perusahaan.

Pemahaman seperti di atas mempengaruhi cara saya melakukan investasi. Cara bersikap yang tenang tenang saja ketika harga saham anjlok drastis karena kinerja perusahaan yang fine – fine saja. Yang memborong saham saat market crash karena harga saham sudah terlihat murah, sementara kinerja perusahaan tidak memburuk sama sekali.

2. Intip Reksadana

Jika belajar saham untuk pemula, salah satu cara paling mudah memilih saham adalah mengintip saham yang dipegang oleh Manajer Investasi yang mengelola Reksadana Saham.

Manajer investasi wajib menyampaikan portfolio Top 10 Saham yang dipegang di Reksadana Saham. Anda bisa melihat daftar Top 10 saham tersebut di laporan bulanan Reksadana Saham.

Di situs manajer investasi atau agen penjual reksadana online, Anda pilih dahulu Reksadana saham yang ingin Anda lihat koleksi sahamnya.

Lalu, di bagian statistik atau kinerja bulanan, Anda bisa melihat Top 10 Holdings saham dari reksadana tersebut.

Pilihan saham untuk pemula bisa menggunakan saham – saham yang diiinvestasikan oleh Reksadana Saham.

3. Saham Blue-Chip

Apa saham yang bagus untuk investasi jangka panjang ?

Apa pilihan saham untuk pemula ?

Saham blue-chip adalah saham dari perusahaan dengan kualitas terbaik yang dijual di bursa. Jenis saham ini dianggap paling aman dan menjanjikan stabilitas keuntungan.

Supaya lebih mudah dibayangkan, lihat contoh beberapa saham blue-chip di Bursa Efek Indonesia, yang bisa menjadi pilihan saham untuk pemula, yaitu:

  • Bank BCA (Kode BBCA) adalah bank terbaik di Indonesia dengan jaringan ATM terbesar, jutaan jumlah nasabah dan paling penting menghasilkan profit  besar buat pemegang saham.
  • Unilever Indonesia (kode UNVR) adalah perusahaan consumer goods terbaik di Indonesia dengan berbagai brand produk rumah tangga yang sudah tidak asing di masyarakat. Kinerja keuangan UNVR adalah salah satu yang terbaik di bursa dengan kemampuan saham ini mencetak laba secara konsisten.
  • Bank BRI (Kode BBRI) adalah bank dengan laba terbesar di Indonesia. Dengan usia perusahaan lebih dari 100 tahun, Bank BRI punya kemampuan dan pengalaman di kredit mikro dan UMKM, yang boleh dikatakan tanpa pesaing saat ini karena semua pesaing yang dulu pernah masuk ke sektor mikro dan UMKM sekarang sudah banyak yang mundur mengakui kepiawaian dan dominasi BRI di sektor ini.

Tiga saham blue-chip diatas adalah pilihan saham untuk pemula yang layak dipertimbangkan jika baru pertama belajar investasi saham.

Tidak ada definisi yang saklak soal saham blue-chip, tetapi biasanya Anda bisa melihat saham yang punya kapitalisasi pasar besar dan ramai diperdagangkan setiap hari di bursa.

Pilihan saham untuk pemula bisa dimulai dengan saham – saham blue-chip tersebut.

4. Diversifikasi Investasi

Sebagai salah satu instrumen investasi, saham pasti memiliki resiko dan resiko tersebut jelas tidak kecil di saham. Pertanyaannya, bagaimana mengelola resiko di investasi saham untuk pemula yang baru belajar main saham.

Rumusnya hanya satu. “Don’t put all your eggs in one basket

Pelajaran sangat penting dalam belajar investasi saham.

Lakukan diversifikasi investasi. Jangan tempatkan semua uang Anda di saham.

Dengan diversifikasi, jika terjadi krisis di pasar saham, Anda bisa bertahan, tidak panik (ini sangat penting) karena sudah punya simpanan di instrumen lain yang aman dari krisis di saham.

Perencana keuangan menyebutkan pentingnya punya Dana Darurat sebagai instrumen jaga-jaga, salah satunya, jika terjadi goncangan dalam ekonomi. Sisihkan sebagian uang Anda di Dana Darurat.

Memang diversifikasi akan menurunkan potensi return karena uang ditempatkan di instrumen dengan return lebih rendah.

Tapi, justru itulah esensi diversifikasi bahwa penempatan dana dibagi ke investasi yang return tinggi resiko tinggi serta investasi yang return rendah resiko rendah.

5. Jangka Panjang

Ini yang tidak mudah. Dorongan ingin untung cepat, ingin segera menghasilkan return tinggi, selalu kuat di investasi saham.

Manusiawi, bukan !

Sebagai investor, Anda pasti ingin dana yang diinvestasikan segara menghasilkan keuntungan, semakin cepat semakin baik.

Mengapa investasi saham merupakan investasi jangka panjang ?

Saya ingin kembali ke poin  #1 soal esensi investasi saham bahwa beli saham artinya saya investasi di suatu bisnis.

Menurut saya bisnis butuh proses, butuh waktu, untuk berkembang yang akhirnya nanti memberikan hasil kepada investor.

Apakah mungkin berinvestasi di suatu usaha, kita mengharapkan keuntungan dalam waktu harian atau mingguan ?

Sepertinya tidak karena ada proses bisnis yang harus dijalani untuk mencapai hasil.

Tidak bisa instan dalam bisnis!

Paling tidak butuh 1 tahun untuk melihat bagaimana bisnis tersebut berkembang dan tumbuh. Sama hal nya dengan investasi saham, butuh waktu agar uang Anda berkembang dan tumbuh di saham.

 

sumber :https://duwitmu.com/saham/belajar-saham-pemula/amp/

 67 total views,  1 views today