RTX 3090 lebih merupakan pengganti Titan RTX, dengan dukungan decoding HDMI 2.1 dan AV1, ditambah 24GB GDDR6X (G6X) dan prosesor “ampere raksasa”. Ini adalah kartu tiga slot, yang memiliki pendinginan dan pembuangan panas.

Game yang diluncurkan dengan dukungan DLSS 8K termasuk Control, Death Stranding, Minecraft dengan RTX Beta untuk Windows 10, Watch Dogs: Legion, dan Wolfenstein: Youngblood.

Sementara RTX 3080 dan 3070 diperkirakan memberikan peningkatan sekitar 30% dari versi Super yang mereka gantikan, yang cukup bagus dalam istilah gen-over-gen. Nvidia mengklaim 3070 lebih cepat daripada 2080 Ti dengan harga 2070 Super 4K.

Dari segi arsitektur, Ampere menggunakan prosesor 7nm, seperti kartu grafis yang didukung AMD Navi, lebih kecil dibandingkan dengan pendahulunya Turing 12nm. Prosesor yang lebih kecil, memungkinkan chip yang lebih padat, yang berarti Anda dapat memasukkan prosesor yang lebih mampu di ruang yang sama.

Nvidia menjanjikan RTX 3090 bisa menjalankan game berat pada 60 FPS dengan resolusi tinggi 8K.

Dengan arsitektur terbarunya, yakni “Ampere”, Nvidia RTX 3090 performanya cenderung mirip seri Titan. Melihat spesifikasinya jangan kaget ya, Nvidia RTX 3090 dibekali memori 24 GB GDDR6X.

Mengusung 10.496 CUDA cores dikombinasikan dengan peningkatan clock hingga 1,70 GHz. Selain itu juga mendukung fitur 8K HDR Shadowplay dan output HDMI 2.1. Tentu saja sebagai seri RTX jangan ditanyakan apakah mendukung ray tracing, jawabannya sangat jelas “ya”.

Dengan spesifikasi tersebut, Nvidia mengklaim bahwa RTX 3090 bakal menjadi “GPU gaming 8K pertama di dunia”.

Ukuran RTX 3090 seperti monster, Nvidia memberikan julukan sebagai “Big Fericious GPU” atau GPU yang besar dan ganas. Sistem pendinginnya 10 kali lebih tenang dari RTX Titan.

 93 total views,  1 views today