Saat ini python merupakan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan dalam data science dan machine learning. Python memiliki fitur yang lengkap dan platform untuk melakukan riset. Salah satu hal penting dalam bahasa pemrograman python adalah library. Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata library.

Bayangkan ketika kita masuk ke sebuah perpustakaan, kita akan melihat rak-rak yang berjejer rapi dan berisi buku yang siap kita baca. Sama halnya dengan perpustakaan buku, library python berisi ‘rak-rak’ modul yang dapat kita gunakan untuk penulisan kode kita. Library merupakan sumber berbagai fungsi yang dapat digunakan tanpa harus menulis keseluruhan skrip kode. Dengan memanfaatkan library python, kita hanya perlu bekerja cerdas tanpa harus bekerja keras. Dua library yang sering digunakan oleh programmer untuk machine learning adalah PyTorch dan TensorFlow.

1. TensorFlow dan PyTorch

TensorFlow merupakan library open source untuk menghitung komputasi numerik secara mudah dan cepat. TensorFlow dirancang untuk penelitian dan pengembangan sistem produksi. Dengan library TensorFlow, programmer dapat membuat grafik dari data terstruktur yang mendeskripsikan bagaimana data bergerak melalui grafik, atau serangkaian node pemrosesan. Setiap node dalam grafik mewakili operasi matematika, dan setiap koneksi atau tepi antar node adalah baris data multidimensi atau disebut  tensor. Library ini pertama dikenalkan oleh Jason Brownlee pada 5 Mei 2016 dan terakhir diperbarui pada 20 Desember 2019. TensorFlow berfungsi pada Python 2.7 dan Python 3.3+.

Sama halnya dengan TensorFlow, PyTorch merupakan library open source yang digunakan untuk mengembangkan dan melatih neural network. Berbeda dengan TensorFlow yang menggunakan grafik komputasi statis, PyTorch menggunakan komputasi dinamis sehingga lebih fleksibel untuk data yang lebih kompleks. Library yang dirilis pada tahun 2016 ini dirancang sedemikian rupa sehingga programmer tidak perlu mengkategorikan data menjadi ‘int’, ‘short’, atau ‘double’.

2. Pembuat Library TensorFlow dan PyTorch

Persamaan lain dari kedua library ini adalah sama-sama dibuat oleh perusahaan raksasa dunia, yaitu Facebook dan Google. TensorFlow adalah library yang dibuat oleh Google yang berbasis Theano dan PyTorch dibuat oleh Facebook yang berbasis Torch. Tensorflow memiliki komunitas yang jauh lebih besar daripada PyTorch. Hal ini karena PyTorch adalah framework yang relatif baru jika dibandingkan dengan Tensorflow. Jadi, kita akan lebih banyak menemukan konten tentang TensorFlow daripada PyTorch.

3. Mana yang Lebih Baik, TensorFlow atau PyTorch

Jawaban terbaik adalah tidak ada yang lebih baik. Beberapa programmer lebih suka menggunakan TensorFlow, namun beberapa programmer lain lebih nyaman menggunakan PyTorch. TensorFlow lebih direkomendasikan oleh programmer profesional untuk mengerjakan project yang berhubungan dengan artificial intelligent, sedangkan PyTorch lebih direkomendasikan untuk pengembangan penelitian karena mendukung pelatihan yang cepat dan dinamis. Seorang programmer harus menentukan library sesuai kebutuhannya dan tidak menutup kemungkinan seorang programmer akan menggunakan keduanya untuk menghasilkan output yang lebih impactfull. Jadi, Library mana yang lebih tepat dengan bidangmu?

.

.

.

.

.

.

Sumber : dqlab

 24 total views,  2 views today